
Malinau, SMN – Penampilan Paguyuban Toraja dalam perayaan Irau Malinau menampilkan kekayaan budaya khas melalui tarian dan musik tradisional yang sarat makna religius, Rabu (22/10/2025).
Ikatan Keluarga Toraja atau IKAT Kabupaten Malinau menampilkan sejumlah tarian hingga seni koreografi tradisi Toraja yang dikemas dalam doa syukur.
Ketua IKAT Malinau, dr John Felix Rundupadang menyampaikan tradisi ini menggambarkan bagaimana masyarakat mensyukuri keberkahan.
Secara khusus masyarakat Toraja cukup terkenal di Malinau karena sebagian besar masyarakat merupakan penyuplai utama kebutuhan pangan di Pasar.
Tradisi ini menggambarkan bagaimana masyarakat Toraja mensyukuri atas rejeki yang diperoleh,” ungkapnya, Rabu (22/10/2025).
Setelah itu, hadirin disuguhkan Tari Manimbong, tarian sakral yang menjadi simbol doa syukur masyarakat Toraja.
Dimulai dengan gerak dan lagu Palulakoi Puang Tu Pa’pudian, pujian yang diilhami dari Mazmur 150 sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan melalui musik dan tarian.
Penampilan ini menggambarkan semangat iman dan sukacita dalam tradisi gerejawi masyarakat Toraja.
Pementasan dilakukan oleh puluhan penari pria menggunakan alat tradisional sarong simbong, menghasilkan bunyi ketukan ritmis yang khas dan penuh makna.
Suasana semakin hidup dengan hadirnya Tari Kreasi Ma’Gellu. Tarian ini melambangkan sukacita menyambut tamu terhormat.
Diringi tabuhan gendang ma’gandang dan gerakan ma’lambuk yang dilakukan delapan hingga dua belas perempuan, tarian ini merepresentasikan semangat gotong royong dan kerja keras dalam budaya Toraja.
Harmoni lembut kemudian hadir lewat musik bambu Pa’pompang.
Alunan alat musik tradisional ini dimainkan berkelompok hingga 35 orang, berpadu dengan suling bambu yang menciptakan suara khas dan menenangkan.
Penonton disuguhkan lagu-lagu Toraja hingga lagu daerah Malinau yang menambah nuansa persaudaraan lintas daerah.
Pagelaran ditutup dengan Ondo Samalele, tarian massal yang dibawakan oleh kaum perempuan dari berbagai usia. Gerakannya menggambarkan sukacita, persatuan, dan rasa syukur bersama dalam adat Toraja.
Rangkaian penampilan ini tidak hanya memperlihatkan keindahan seni Toraja, tetapi juga memperkuat semangat toleransi dan kebersamaan antar budaya dalam Festival Irau XI di Malinau. (*)
Reporter: Syahraini.
Editor: Agus Imam S.
