
Tegal, SMN – Daya tarik wisata Guci, Kabupaten Tegal, yang terkenal dengan pemandian air panas alami di kaki Gunung Slamet serta keindahan alam pegunungan yang sejuk, biasanya selalu dipadati ribuan wisatawan saat momen Lebaran.
Bahkan, para wisatawan umumnya telah memesan penginapan jauh-jauh hari untuk menghabiskan libur Lebaran bersama keluarga di kawasan wisata Guci. Namun, pada Lebaran tahun 2026, kondisi tersebut justru berbalik. Pasca bencana banjir bandang di aliran Sungai Gung pada awal tahun yang merusak sejumlah fasilitas wisata, jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan signifikan.
Meskipun saat ini kondisi pemandian air panas di sejumlah penginapan sudah mulai normal, minat wisatawan untuk berkunjung dan menginap belum pulih seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pada momen libur Lebaran tahun ini, jumlah pengunjung yang menginap di kawasan wisata Guci tercatat menurun dibandingkan Lebaran tahun lalu.
Pengelola Hotel dan Villa Qures mengatakan, tingkat hunian pada libur Lebaran tahun ini mengalami penurunan drastis.
“Alhamdulillah, tetap ada tamu yang menginap, namun hanya beberapa kamar yang terisi. Momen libur Lebaran tahun ini penginapan hotel dan villa terasa sunyi. Penurunannya sekitar 70 persen,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pengelola homestay wisata Guci, Sopyan. Ia mengungkapkan bahwa kondisi tahun ini cukup berat bagi pelaku usaha penginapan.
“Yang menginap tetap ada, tetapi banyak kamar yang kosong. Penurunan di homestay mencapai sekitar 85 persen. Kemungkinan karena objek vital belum sepenuhnya diperbaiki, sehingga minat wisatawan menurun,” jelasnya. (*)
Reporter: Santi
Editor: Agus Imam S.
