
Blitar, SMN – Pemerintah Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Program Prioritas Nasional melalui penguatan ketahanan pangan di tingkat desa. Pada Tahun Anggaran 2025, Desa Bendosari telah merealisasikan penyertaan modal sebesar 20% dari Dana Desa untuk pengembangan sektor pangan, yang difokuskan pada usaha penggemukan sapi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kepala Desa Bendosari, Tiyok Sunaryanto, menyampaikan bahwa penyertaan modal ini merupakan implementasi dari prioritas penggunaan Dana Desa 2025 yang mengamanatkan penguatan sektor pangan berbasis potensi lokal.
“Sesuai proposal bisnis yang diajukan oleh pelaksana operasional BUMDes, anggaran sebesar kurang lebih Rp168 juta kami alokasikan untuk usaha penggemukan sapi,” ujar Tiyok pada Selasa (10/12/2025).
Dari anggaran tersebut, BUMDes telah merealisasikan pembelian 7 ekor sapi sebagai langkah awal. Seluruh manajemen pengelolaan, mulai dari pemeliharaan hingga penyediaan pakan, ditangani langsung oleh BUMDes. Bahkan kebutuhan pakan telah dianggarkan untuk satu tahun penuh, termasuk biaya tenaga kerja yang digaji rutin dalam operasional usaha tersebut. Sementara itu, fasilitas kandang untuk sementara masih memanfaatkan sistem sewa.
Tiyok menegaskan bahwa usaha penggemukan sapi ini bukan hanya untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi strategi peningkatan ekonomi desa melalui unit bisnis BUMDes yang berkelanjutan.
“Harapan kami, ke depan usaha yang dikelola BUMDes ini bisa semakin berkembang, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Target kami, setiap perayaan Idul Adha, sapi hasil penggemukan ini sudah siap dipasarkan,” jelasnya.
Selain potensi keuntungan ekonomi, Tiyok juga menyoroti pentingnya mitigasi risiko dalam usaha peternakan. Ia memastikan bahwa Pemerintah Desa bersama BUMDes telah menyiapkan langkah antisipatif terhadap ancaman penyakit hewan ternak.
“Terkait risiko wabah seperti LSD (Lumpy Skin Disease), kondisinya saat ini sudah dapat dikendalikan. Sementara untuk PMK, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar telah menyediakan vaksin dan rutin melakukan monitoring di lapangan,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Pemerintah Desa Bendosari menjadi salah satu desa yang konsisten mengoptimalkan Dana Desa secara tepat sasaran. Program penggemukan sapi yang dijalankan BUMDes bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat.
Upaya ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Dana Desa dapat dikelola dengan inovatif dan berorientasi pada kemandirian desa. Pemerintah Desa Bendosari berharap inisiatif ini terus berjalan optimal dan menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain di Kabupaten Blitar.(*)
Reporter: Imam
Editor: Agus Imam S.
