
Blitar, SMN – Pemerintah Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Sosialisasi Penanggulangan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan peternak terhadap ancaman PMK.
Acara berlangsung pada, Kamis (29/01/2026) di Aula Desa Rejoso dan diikuti puluhan peternak sapi, kambing, serta perangkat desa. Musdes dibuka secara langsung oleh Kepala Desa Rejoso, Wawan Aprillianto, yang menekankan pentingnya peran aktif peternak dalam mencegah meluasnya wabah PMK di wilayah pedesaan.
Dalam sambutannya, Wawan Aprillianto menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Rejoso terus melakukan pemantauan dan pendampingan secara intensif kepada para peternak. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh potensi kasus PMK dapat tertangani secara cepat dan tepat sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.
“PMK ini bukan hanya persoalan kesehatan hewan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat desa. Karena itu, kami bersama dinas terkait terus turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi ternak dan memberikan pendampingan kepada peternak,” ujar Wawan.
Ia juga mengimbau kepada seluruh peternak agar lebih disiplin dalam menjaga kebersihan kandang, rutin melakukan penyemprotan disinfektan, serta membatasi lalu lintas keluar masuk hewan ternak dari dan ke kandang. Menurutnya, langkah pencegahan sederhana namun konsisten sangat berpengaruh dalam menekan penyebaran virus PMK.
Selain itu, Wawan menegaskan pentingnya pelaporan dini apabila peternak menemukan gejala PMK pada hewan ternaknya, seperti luka pada mulut, kuku, atau penurunan nafsu makan.
“Jika ada gejala sekecil apa pun, segera laporkan kepada pemerintah desa atau petugas dari dinas agar bisa segera ditangani,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar dalam kesempatan tersebut memberikan pemaparan terkait ciri-ciri PMK, cara penanganan awal, hingga langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan peternak. Dinas juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi desa-desa yang memiliki populasi ternak cukup besar.
Melalui kegiatan Musdes ini, Pemerintah Desa Rejoso berharap terbangun kesadaran kolektif di kalangan peternak untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi wabah PMK. Sinergi antara pemerintah desa, dinas terkait, dan masyarakat peternak dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan ternak sekaligus melindungi perekonomian warga desa. (*)
Reporter: Imam.
Editor: Agus Imam S.
