
Blitar, SMN – Pemerintah Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar menggelar upacara bendera sekaligus tabur bunga untuk mengenang jasa Pahlawan Saleh di Tempat Pemakaman Umum setempat, Sabtu (16/8/2025).
Kegiatan sakral tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sidomulyo Sumaji, dan diikuti oleh seluruh perangkat desa, jajaran RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, serta perwakilan organisasi yang ada di desa. Suasana khidmat menyelimuti jalannya upacara, ketika seluruh peserta menundukkan kepala memberikan penghormatan kepada sosok pahlawan yang telah gugur di medan perang demi merebut kemerdekaan Indonesia.
Dalam sambutannya, Sumaji menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahun, tepatnya pada 16 Agustus, sebagai bentuk penghormatan kepada Pahlawan Saleh.
“Semangat yang bisa kita petik dari kegiatan ini adalah mengenang jasa para pejuang sekaligus mendidik generasi muda agar tertanam jiwa nasionalisme dan semangat perjuangan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Pahlawan Saleh tidak hanya tercatat dalam sejarah perjuangan lokal, tetapi juga menjadi simbol pengorbanan tanpa pamrih demi tegaknya merah putih. Ia berharap kegiatan tabur bunga ini mampu menjadi pengingat kolektif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil jerih payah dan pengorbanan para pahlawan bangsa.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini kita selalu bersyukur dan tidak mudah melupakan sejarah perjuangan. Kita ada di titik ini karena jasa para pahlawan, salah satunya adalah sosok Pahlawan Saleh. Maka dari itu, marilah kita senantiasa berjuang, meski dengan cara berbeda, untuk membangun negara kita,” imbuhnya.
Momentum ini juga menjadi refleksi bersama agar semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, melainkan diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai gotong-royong, persatuan, serta kerja keras yang diwariskan para pahlawan diharapkan mampu menjadi landasan dalam membangun Desa Sidomulyo yang lebih maju.
Dengan upacara tabur bunga ini, masyarakat Sidomulyo meneguhkan komitmen untuk terus menjaga persatuan, memperkuat rasa cinta tanah air, dan mewariskan semangat nasionalisme kepada generasi penerus.
“Perjuangan hari ini bukan lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan pendidikan, kerja keras, dan pengabdian. Inilah bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan yang telah rela berkorban demi merah putih,” pungkas Sumaji.(*)
Reporter: Imam.
Editor: Agus Imam S.
