HomeBERITAPemkab Bandung Tengah Mengupayakan Pemulangan Seorang Warga Kecamatan Ciparay, Terlantar di Papua...

Pemkab Bandung Tengah Mengupayakan Pemulangan Seorang Warga Kecamatan Ciparay, Terlantar di Papua Barat

Ilustrasi penipuan. (Foto: Ist)

Bandung, SMN – Pemerintah Kabupaten Bandung tengah mengupayakan pemulangan seorang warga Kecamatan Ciparay, Rahman Ramdani, yang telantar di Sorong, Papua Barat.

Rahman menjadi korban ketidakpastian kerja setelah dinyatakan tidak lolos dalam proses pemeriksaan kesehatan di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Camat Ciparay, Anjar Lugiyana, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran terkait keberadaan Rahman di Sorong. Saat ini, otoritas kecamatan terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak keluarga di Bandung untuk memantau perkembangan situasi.

“Informasi tersebut benar adanya. Kami sudah menelusuri dan berkomunikasi dengan pihak desa serta keluarga yang bersangkutan. Kondisi keluarganya cukup memprihatinkan, orang tuanya saat ini sedang menderita stroke,” ujar Anjar saat dihubungi, Kamis (2/4/2026).

Anjar menjelaskan, pihak kecamatan melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) telah berkolaborasi dengan Puskesmas, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa, dan kepala desa setempat. Fokus utama saat ini adalah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bandung untuk memfasilitasi pemulangan Rahman ke kampung halaman.

Tergiur Tawaran Media Sosial Persoalan ini bermula saat Rahman tergiur unggahan lowongan kerja di media sosial Facebook pada awal Maret lalu. Akun berinisial “GS” menawarkan pekerjaan sebagai tenaga pemeliharaan dan panen di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Papua Barat.

Dalam tawaran tersebut, Rahman dijanjikan pendapatan total berkisar Rp 6 juta hingga Rp 8 juta per bulan, yang terdiri dari gaji pokok, bonus basis, dan upah lembur. Pihak agen, CV DFD S, juga menyatakan akan menalangi seluruh biaya keberangkatan dengan sistem potong gaji di kemudian hari.

“Saya berangkat dari rumah pada 7 Maret menuju kantor agen dan sempat menginap di penampungan selama tiga hari sebelum diberangkatkan dengan kapal,” tulis Rahman dalam keterangan kronologinya.

Setibanya di Sorong pada 14 Maret bersama 16 pekerja lainnya, Rahman langsung dibawa ke lokasi perkebunan. Namun, harapan untuk memperbaiki taraf ekonomi keluarga pupus setelah ia menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check-up) pada 16 Maret. Pihak perusahaan menyatakan Rahman tidak memenuhi kriteria kesehatan karena kondisi mata minus dan riwayat saraf kejepit yang pernah dideritanya pada tahun 2017.

Sejak saat itu, status kepulangan Rahman menjadi tidak jelas. Telantar Tanpa Biaya Meski sempat dijanjikan tiket pulang oleh pihak perusahaan dan agen, hingga akhir Maret 2026, janji tersebut tidak kunjung terealisasi.

Dalam kondisi tanpa bekal uang sepeser pun, Rahman sempat meminta perlindungan ke Kepolisian Sektor Sorong sebelum akhirnya dievakuasi ke Yayasan Rumah Singgah At-Taubah.

“Sampai saat ini saya belum mendapatkan kepastian mengenai pemulangan ke Bandung. Saya tidak memiliki biaya sama sekali untuk kembali,” ungkap Rahman.

Upaya mandiri telah dilakukan dengan menghubungi Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Rahman diarahkan untuk segera melapor ke Dinas Sosial setempat di Sorong agar prosedur bantuan pemulangan dapat diproses secara administratif antar-pemerintah daerah.(*)

Reporter: Aldi

Editor: Agus Imam S.

ARTIKEL TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Bupati Labusel Hadiri Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sumatera 

Labusel, SMN - Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menghadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatera yang diselenggarakan Kementerian Dalam...

Seminar Nasional dan Pengukuhan DPP Papdesi, Bupati Madiun: Harap KDKMP dan MBG Mampu Jadi Sarana Pemberdayaan Masyarakat

Madiun, SMN - Bertempat di Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban telah terselenggara kegiatan Seminar Nasional dengan Tema Peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Program...

Polres Madiun Bahas Penguatan UMKM dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dalam Study Lingkungan Sespimmen Polri Ditdirek ke-67

Madiun, SMN - Polres Madiun menjadi lokasi pelaksanaan Studi Lingkungan Organizational Health Audit (OHA) dan Environmental Scanning (ES) dalam rangka Management Training Course (MTC)...

14 Desa di Kabupaten Madiun Naik Kelas dari Hasil Pemutakhiran Data Indeks Desa 2026 Rampung 100 Persen

Madiun, SMN - Pemutakhiran data Indeks Desa Tahun 2026 di Kabupaten Madiun menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi Tim Kabupaten...

Dengan FKP 2026, Pemprov Kaltara Dorong Peningkatan Mutu Layanan RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan

Tarakan, SMN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong peningkatan kualitas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK Tarakan agar...