
Brebes, SMN – Pemerintah Kabupaten Brebes terus memperkuat dalam pelayanan kesehatan masyarakat melalui optimalisasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas.
Salah satu yang menonjol adalah Puskesmas Brebes, yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer sekaligus mendukung program prioritas Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma.
Kepala Puskesmas Brebes, Heru Padmonobo, menegaskan bahwa skema BLUD memberi ruang fleksibilitas pengelolaan, namun tetap menuntut tanggung jawab besar terhadap pelayanan publik.
“BLUD bukan semata-mata soal fleksibilitas keuangan, tetapi bagaimana anggaran yang ada benar-benar berdampak pada peningkatan pelayanan masyarakat,” ujar Heru, Selasa (20/1/2026).
Di bawah kepemimpinannya, Puskesmas Brebes mencatat sejumlah capaian strategis, khususnya pada masa penanganan pandemi Covid-19.
Cakupan vaksinasi berhasil mencapai dosis pertama 95 persen, dosis kedua 92 persen, Booster 1 sebesar 80 persen, dan Booster 2 sekitar 30 persen. Menurut Heru, capaian tersebut tidak lepas dari perubahan pendekatan pelayanan.
“Kami tidak menunggu masyarakat datang ke puskesmas. Kami yang mendatangi masyarakat, ke pasar, desa, pusat perbelanjaan, hingga ruang-ruang publik. Prinsipnya, layanan kesehatan harus mudah diakses,” jelasnya.
Langkah jemput bola itu diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, perangkat desa, organisasi masyarakat, hingga unsur swasta. Sinergi tersebut dinilai sejalan dengan arahan Pemkab Brebes yang menekankan pentingnya kerja kolaboratif dalam pelayanan publik.
Upaya tersebut berbuah pengakuan. Pada 2023, Puskesmas Brebes meraih PPKM Award dari Kementerian Kesehatan RI sebagai Satgas Penanganan Covid-19 terbaik.
Selain itu, Komisi Ombudsman juga menetapkan Puskesmas Brebes sebagai instansi dengan pelayanan publik terbaik di Kabupaten Brebes pada tahun 2022 dan 2023.
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Ini justru menjadi pengingat agar kami konsisten menjaga kualitas pelayanan dan integritas,” kata Heru.
Keberhasilan Puskesmas Brebes tidak lepas dari dukungan kebijakan Pemkab Brebes di bawah kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma, yang menempatkan sektor kesehatan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
“Arah kebijakan daerah sangat jelas, kesehatan menjadi prioritas. Tugas kami di puskesmas adalah menerjemahkan kebijakan itu menjadi layanan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Meski demikian, Heru mengakui tantangan ke depan masih cukup besar, mulai dari beban kerja tenaga kesehatan hingga tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap mutu layanan.
“Kami terus berbenah, baik dari sisi tata kelola SDM, inovasi layanan, maupun transparansi. Pelayanan kesehatan adalah proses panjang yang harus dijaga keberlanjutannya,” pungkasnya.
Puskesmas Brebes kini dipandang sebagai representasi wajah pelayanan kesehatan Pemkab Brebes di tingkat akar rumput. Dengan penguatan BLUD dan kepemimpinan teknis yang konsisten, puskesmas tidak lagi sekadar fasilitas kesehatan, tetapi menjadi instrumen strategis pembangunan daerah. (*)
Reporter: Supriyadi
Editor: Agus Imam S.
