
Ngawi, SMN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi segera mengalokasikan anggaran untuk membangun pedestrian Alun-Alun Merdeka.
“Ini kan sebenarnya kita akan lakukan tahun 2025 dengan harapan mendapat pendanaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. Tapi DAK batal turun, jadi tahun 2026 ini kita anggarkan di APBD,” ungkap Kepala DPUPR Ngawi M. Sadli.
Anggaran yang tersedot untuk membangun pedestrian Alun-Alun itu tak main-main, yakni menelan sekitar Rp20 miliar.
Pedestrian Alun-Alun, kata Sadli, sudah harus diperlebar mengingat aktifitas warga Ngawi berolahraga dan juga sering jogging mengelilinginya, belum lagi aktifitas perdagangan yang juga marak.
“Saat olahraga, warga tidak bisa memakai trotoar karena kurang leluasa, akhirnya malah turun ke jalan. Ini bisa jadi membahayakan,” ujarnya.
Pelebaran direncanakan mencapai sekitar lima meter, dengan posisi batasan timur sesuai tugu nol kilometer Ngawi.
“Perluasannya ke dalam, kan tidak mungkin ke arah luar karen kita kan mustahil mengurangi lebar jalan raya,” imbuh Sadli.
Saat ini, Alun-Alun Merdeka Ngawi masih menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat. Selain representatif untuk pertunjukan dengan pengumpulan massa puluhan ribu, juga dekat dengan lembaga vital. Berbagai kekayaan kuliner Ngawi bisa ditemukan di sekitar Alun-Alun Ngawi ini.
“Pelebaran pedestrian itu kami harapkan bisa menambah daya tarik kunjungan masyarakat ke Alun-Alun Ngawi,” pungkas Sadli. (*)
Reporter: Kundari PS.
Editor: Agus Imam S.
