
Lumajang, SMN – Upaya penanganan darurat erupsi Gunung Semeru memasuki tahap penguatan koordinasi lintas sektor dengan menekankan prinsip keselamatan manusia sebagai prioritas utama. Hal ini mengemuka dalam Rapat Evaluasi Pos Komando Penanganan Darurat yang digelar beberapa hari lalu, di Pendopo Kecamatan Candipuro, dipimpin oleh Deputi I BNPB Bidang Sistem dan Strategi, Raditya Jati.
Kepada awak media, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menyampaikan bahwa Pemkab Lumajang telah menerbitkan SK Tanggap Darurat dan SK Komando Tanggap Darurat sebagai pijakan hukum untuk memperkuat struktur kendali operasi. Dengan dasar ini, seluruh kebijakan diarahkan secara terpusat melalui Satgas agar keputusan di lapangan berlangsung cepat, tepat dan berdasarkan data yang tervalidasi.
“Seluruh langkah yang diambil harus selaras dengan komando. Kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan memiliki dasar yang kuat dan mengutamakan keselamatan warga,” ujar Agus.
Dari sisi pemantauan aktivitas vulkanik, PVMBG memaparkan kondisi terkini Gunung Semeru, termasuk potensi awan panas hingga 4 kilometer dari puncak dan ancaman banjir lahar sejauh 20 kilometer mengikuti alur sungai. Data ini menjadi bahan utama bagi pemerintah daerah untuk menetapkan zona aman, mengatur rute evakuasi, serta menentukan lokasi hunian sementara yang benar-benar aman bagi masyarakat terdampak.
Deputi I BNPB, Raditya Jati, menegaskan pentingnya data satu pintu untuk memastikan layanan darurat berjalan efektif tanpa tumpang tindih. Ia juga menyoroti aspek kenyamanan pengungsi, ketersediaan logistik yang tertata, serta pemanfaatan media centre untuk memberikan informasi yang valid kepada publik.
“Keputusan berbasis data memungkinkan kita memprioritaskan keselamatan manusia di atas segalanya. Setiap langkah, mulai dari penataan pengungsi, distribusi bantuan, hingga validasi Data Terpadu Hunian (DTH), dirancang untuk melindungi warga,” tegas Raditya Jati.
Rapat ditutup dengan arahan percepatan validasi DTH serta penegasan bahwa seluruh operasi darurat harus berjalan terukur, terkoordinasi, dan fokus pada perlindungan masyarakat. Pemerintah berharap langkah ini mampu mempercepat pemulihan sekaligus meminimalkan risiko lanjutan.
Dengan pendekatan yang modern, berbasis bukti, dan mengedepankan sisi kemanusiaan, Lumajang menunjukkan komitmen kuat bahwa penanganan erupsi Semeru bukan hanya respons cepat, tetapi juga respons yang cermat dan memberikan harapan nyata bagi seluruh penyintas.
Reporter : Atiek.
Editor: Agus Imam S.
