
Sukabumi, SMN – Garis polisi (police line) kini membentang di sepanjang pesisir Pantai Sunset, Kabupaten Sukabumi, Senin (19/1/2026). Pemasangan ini dilakukan untuk mensterilkan lokasi guna mendukung operasi pencarian korban kecelakaan laut yang masih hilang.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menyatakan bahwa tim gabungan saat ini tengah memfokuskan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan. Dari dua orang yang dilaporkan terseret ombak, satu korban atas nama Alfian sudah ditemukan, sementara korban bernama Angga masih dalam pencarian.
“Kita saat ini sedang fokus melakukan pencarian terhadap satu korban yang kemarin mengalami laka laut, tenggelam. Kita masih melakukan pencarian, ya satu korban sudah ditemukan atas nama Alfian ya. Untuk yang saudara Angga, sedang dilakukan pencarian,” ujar Samian.
Samian menjelaskan, pemasangan garis polisi bertujuan untuk membatasi aktivitas masyarakat dan wisatawan di sekitar Pantai Sunset. Langkah ini diambil agar proses operasi SAR tidak terganggu sekaligus mencegah jatuhnya korban tambahan mengingat kondisi alam yang sedang tidak bersahabat.
“Supaya tidak mengganggu proses pencarian dan juga untuk mencegah masyarakat juga bermain air untuk sementara waktu, karena perkiraan cuaca hingga akhir Januari cuaca cukup ekstrem, angin barat kemudian ombak bisa mencapai 3 meter,” jelasnya.
Dalam proses pencarian, operasi SAR dipimpin oleh Basarnas dengan dukungan unsur kepolisian dan instansi terkait. Basarnas menerjunkan 15 personel, sementara Polres Sukabumi melalui Satpolair menurunkan 12 personel untuk membantu pencarian.
Kapolres kemudian memberikan imbauan keras kepada para wisatawan agar tidak meremehkan karakter laut selatan yang dikenal memiliki arus bawah yang kuat.
“Pastikan pada saat bermain air itu harus sadar bahwasanya bisa berenang apa tidak. Kalau sudah bisa berenang, pastikan harus berhati-hati, karena tentunya air laut itu air yang bergerak. Kemudian ada pusaran arus bawah yang tentunya tidak dipahami, tidak disadari, akan menarik ya, sehingga ini harus hati-hati,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi rambu keselamatan berupa bendera merah yang telah dipasang di titik-titik rawan.
“Dan dari kami, dari Kepolisian, dari Pemerintah Daerah, Dinas Pariwisata sudah memasang titik-titik rawan, bendera merah. Itu diharapkan dipatuhi karena ombak yang tenang bisa tiba-tiba nanti akan meninggi dan akan menarik tiba-tiba. Memang seperti itulah karakter pantai di sini, sehingga jangan terlalu jauh meninggalkan bibir pantai,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, dua wisatawan asal Kabupaten Bogor dilaporkan terseret ombak saat bermain di pesisir Pantai Sunset, Kampung Karangpapak RT 03/04, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (18/1/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Kasat Polairud Polres Sukabumi AKP Dadi menjelaskan, awalnya terdapat tiga orang wisatawan yang sedang bermain di tepi Pantai Sunset, tepatnya di belakang Villa Philita.
“Diduga para korban tidak mengetahui kondisi arus laut di lokasi tersebut. Secara tiba-tiba muncul arus bawah yang menyeret para wisatawan sekitar lima meter dari bibir pantai,” ujar AKP Dadi.
Mengetahui kejadian itu, petugas bersama unsur terkait langsung melakukan upaya pencarian. Hasilnya, satu korban atas nama Alfin Alfiandi (28) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu sore, sekitar 200 meter dari lokasi awal korban dinyatakan hilang. (*)
Reporter: Roby C.
Editor: Agus Imam S.
