
Brebes, SMN – Warga Desa Bentar, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes mendadak gempar pada Rabu (8/4/2026) pagi. Niat hati ingin memeriksa perangkap ikan (bubu), seorang warga justru menemukan sesosok jenazah laki-laki mengapung di aliran Sungai Ciberele.
Jenazah tersebut teridentifikasi sebagai Maryoto, 73 tahun, seorang petani asal desa setempat. Korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB di wilayah Dukuh Sawahgede RT 002/RW 003 dalam posisi terlentang dan tersangkut bebatuan sungai.
Kejadian bermula saat seorang saksi mata mendatangi sungai sekitar pukul 06.00 WIB untuk mengecek jebakan ikan miliknya. Namun, pandangannya justru tertuju pada tubuh manusia yang tersangkut di antara batu kali.
Terkejut dengan temuan tersebut, ia langsung melapor ke warga lain dan perangkat desa.
Plt. Kepala Desa Bentar Eman Rukmana, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 07.15 WIB.
“Kami langsung berkoordinasi dengan Polsek Salem, Puskesmas, dan relawan untuk penanganan serta evakuasi lebih lanjut,” ungkap Eman.
Petugas gabungan yang tiba di lokasi mendapati korban mengenakan kaus merah dan celana pendek. Berdasarkan pemeriksaan awal oleh tenaga medis Puskesmas Bentar, lidah korban tampak menjulur dan terdapat luka lecet di lengan kanan, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.
“Berdasarkan kondisi jasad saat dievakuasi, korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar dua hari yang lalu,” tambah Eman.
Di saku celana korban, Tim Inafis Polres Brebes juga menemukan dompet berisi identitas lengkap yang mempercepat proses evakuasi dan koordinasi dengan pihak keluarga.
Pihak keluarga menuturkan bahwa Maryoto terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Senin (6/4/2026) pagi. Saat itu, ia berpamitan untuk mengunjungi anaknya yang juga tinggal di wilayah Salem.
Keluarga sempat mengira korban sudah tiba di tujuan sehingga tidak menaruh kecurigaan.
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardiansyah melalui Kapolsek Salem IPTU Ahdiyat menjelaskan, berdasarkan riwayat medis, korban diketahui menderita tekanan darah rendah dan gangguan penglihatan.
“Diduga kuat korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya kambuh saat berada di area sungai. Hal ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan medis yang tidak menemukan unsur penganiayaan,” ujar Iptu Ahdiyat didampingi Kanit Reskrim Aiptu Abdul Gofur.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jasad Maryoto diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Bentar dengan pengawalan dari aparat desa dan warga setempat. (*)
Reporter: Santi
Editor: Agus Imam S.
