
Madiun, SMN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-457 dan Hari Gerak Kesatuan PKK Kabupaten Madiun Tahun 2025 RSUD Delopo Madiun telah mengadakan acara khitanan massal gratis bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu yang bertempat di area RSUD Dolopo Madiun, Senin (7/7/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 115 anak dari 8 kecamatan di wilayah Kabupaten Madiun yakni Kecamatan Dolopo, Kecamatan Kebonsari, Kecamatan Dagangan, Kecamatan Geger, Kecamatan Wungu, Kecamatan Madiun, Kecamatan Jiwan dan Kecamatan Sawahan.
Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi menyampaikan dan mengapresiasi sekali atas terselenggaranya kegiatan ini dan antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk ikut serta mengkhitankan anak laki-lakinya yang sudah akhil baliq untuk diikut sertakan khitan massal tersebut.
Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, mengucapkan banyak banyak terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Madiun, RSUD Delopo Madiun dan seluruh pihak yang terlibat dalam acara bakti sosial khitanan massal ini dalam acara rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-457 dan Hari Gerak Kesatuan PKK Tahun 2025 tersebut.
“Dengan adanya acara ini, kami dapat membantu anak-anak yang ingin dikhitan namun tidak memiliki cukup biaya. Khitanan massal ini sangat bermanfaat untuk mendidik masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat,” jelas Purnomo Hadi.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD Dolopo Madiun dan juga selaku Ketua Panitia pelaksana kegiatan Khitanan Massal, Dewi Majasari menyampaikan bahwa khitanan massal ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-457 dan Hari Kesatuan Gerak PKK Kabupaten Madiun Tahun 2025 yang diikuti jumlah peserta khitanan mencapai 115 anak.
“Pelaksanaan khitanan massal ini sudah menjadi tradisi dan agenda rutin tahunan di RSUD Dolopo Madiun yang bertujuan selain mengurangi beban masyarakat, khitan massal ini juga merupakan Sunnah Rasul dan perintah agama serta sangat penting dari segi kesehatan bagi anak itu sendiri,” jelas Dewi Majasari.
Sedangkan metode yang digunakan dalam khitanan massal ini masih menggunakan metode lokal, dengan dukungan sekitar 5 tenaga dokter specialis bedah dan enternis serta 40 tenaga medis.
“Dalam pelaksanaan khitanan massal di RSUD Dolopo Madiun mencakup 8 kecamatan. Di setiap kecamatan diharapkan mengirim 15 anak untuk berpartisipasi ikuti khitan massal, akan tetapi antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga jumlah peserta justru bertambah, mungkin juga karena bertepatan dengan liburan anak sekolah dan kami tidak membatasi jumlah anak yang mau ikut khitanan massal tersebut,” tambah Dewi Majasari.
Di tempat yang sama, orang tua anak yang di khitan yang ikut mendampingi anaknya pada saat di khitan mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Madiun yang telah mengadakan kegiatan khitanan massal ini
“Kami merasa sangat senang dan terbantu dengan adanya khitanan massal ini. Dengan adanya khitanan massal ini anak saya sebelumnya takut untuk di khitan, berhubung temannya banyak yang ikut khitanan massal jadi anak saya jadi tidak takut untuk di khitan, selain itu saya juga terbantu dengan adanya khitanan massal ini dan gratis. Selain itu juga masih mendapat bantuan baju koko, sarung, songkok, uang saku dan bingkisan,” ungkap orang tua anak yang di khitan dengan penuh kebahagiaan dan senang hati. (*)
Reporter: Suyanto.
Editor: Agus Imam S.
