HomeBERITAPertemuan Membangun Kesepakatan Bersama dalam Membangun Layanan Kesehatan Mata yang Komprehensif dan...

Pertemuan Membangun Kesepakatan Bersama dalam Membangun Layanan Kesehatan Mata yang Komprehensif dan Inklusif di Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur

Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi bersama Yayasan Para Mitra Indonesia melalui Program Inklusif System Effective For Eye Care (I-SEE) menggelar pertemuan strategis untuk membangun kesepakatan bersama dalam mewujudkan layanan kesehatan mata yang komprehensif dan inklusif. (Foto: Arie/suaramedianasional.com)

Ngawi, SMN – Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi bersama Yayasan Para Mitra Indonesia melalui Program Inklusif System Effective For Eye Care (I-SEE) menggelar pertemuan strategis untuk membangun kesepakatan bersama dalam mewujudkan layanan kesehatan mata yang komprehensif dan inklusif. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi ini menjadi tonggak penting dalam memastikan akses kesehatan mata bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas.

Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai unsur kunci, termasuk organisasi penyandang disabilitas (Pertuni, Gerkatin, dan WIDI), Dinas Sosial, perwakilan Rumah Sakit percontohan yaitu RSUD dr. Soeroto Ngawi dan RS Widodo, serta Puskesmas percontohan yakni Puskesmas Sine dan Puskesmas Karangjati.

Komitmen Melibatkan Disabilitas dalam Pembangunan

Project Manager Program I-SEE Yayasan Para Mitra Indonesia, Bapak Marsudi, dalam sambutannya menekankan bahwa layanan kesehatan mata yang inklusif tidak dapat dipisahkan dari partisipasi aktif organisasi disabilitas.

“Kami mendorong pembangunan inklusi di Ngawi melalui pelibatan disabilitas dalam setiap aspek, mulai dari sarana prasarana hingga pelayanan. Tujuan hari ini adalah membangun kesepakatan konkret mengenai alur rujukan rehabilitasi penglihatan. Saat ini memang baru fokus di RS dan Puskesmas percontohan, namun harapannya ke depan seluruh fasilitas kesehatan di Ngawi sudah aksesibel bagi semua orang,” ujar Marsudi.

Penguatan Sistem dan Alur Rujukan

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Bapak Suhadi Nanang Sucipto, yang secara resmi membuka acara, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Program I-SEE yang didukung oleh CBM Indonesia. Ia mencatat bahwa program ini telah banyak membantu dalam peningkatan kapasitas staf, audit aksesibilitas, hingga pelatihan Disability Inclusion Development (DID).

“Kita tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi membangun sistem. Tidak boleh ada warga Ngawi yang terhambat mendapatkan layanan mata hanya karena keterbatasan fisik atau sensorik. Kami ingin memastikan pasien mendapatkan penanganan yang berkelanjutan—mulai dari deteksi dini di tingkat desa hingga tindakan medis dan rehabilitasi di rumah sakit,” tegas Bapak Nanang Sucipto.

Langkah Strategis dan Monitoring Partisipatif

Dalam sesi presentasi, Yayasan Para Mitra memaparkan kerangka layanan mata yang mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Beberapa poin utama yang disepakati meliputi:

• Peran Aktif Organisasi Disabilitas: Melakukan kunjungan rutin (monitoring) ke faskes dan memberikan masukan teknis.

• Penyusunan SOP: Melibatkan disabilitas dalam penyusunan standar operasional pelayanan yang ramah disabilitas.

• Dukungan Teknis: Melanjutkan keberhasilan pelatihan Mitra Bakti Netra di RSBN dan dukungan kunjungan rujukan low vision.

Rencana Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut nyata, para pihak menjadwalkan pertemuan pada Kuartal 2 tahun 2026 untuk membahas draf Dokumen Kerjasama (MOU) antara Rumah Sakit dan organisasi disabilitas. Fokus utama dari kesepakatan mendatang adalah memantapkan alur rujukan rehabilitasi sosial agar pasien dengan gangguan penglihatan mendapatkan pendampingan yang utuh setelah penanganan medis selesai.

Pertemuan ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi Kabupaten Ngawi untuk menjadi daerah percontohan dalam penyelenggaraan layanan kesehatan yang tidak meninggalkan satu orang pun (leave no one behind).(*)

Reporter: Arie

Editor: Agus Imam S.

ARTIKEL TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Lawan Gratifikasi Dimulai dari Rumah, Ini Pesan DWP Kaltara 

Tanjung Selor, SMN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat komitmen membangun budaya anti gratifikasi melalui Workshop bertajuk "Perempuan Berintegritas, Dharma Wanita...

Polres Ngawi Hadirkan Warung Kompas Presisi Bangun Komunikasi Perkuat Sinergi untuk Kamtibmas

Ngawi, SMN – Polres Ngawi polda Jatim terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang humanis. Salah satunya diwujudkan oleh Satbinmas Polres Ngawi melalui kegiatan...

Jalan Penghubung Tulungagung-Blitar Rusak Parah, Warga Srikaton Minta Segera Diperbaiki

Tulungagung, SMN – Kondisi jalan raya yang berada di Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, memprihatinkan. Ruas jalan yang menjadi salah satu akses penghubung...

Pemkot Madiun Gelar Senam Lansia Bersama, Wujudkan Kota Sehat Perkuat Gerakan Hidup Aktif

Madiun, SMN - Komitmen Pemerintah Kota Madiun dalam mewujudkan kota sehat terus diwujudkan melalui berbagai program yang mendorong masyarakat tetap aktif dan produktif, termasuk...

Pengembangan Sektor Pariwisata Pemkot Madiun dan PT INKA, Bahas Penguatan Pariwisata Berbasis Identitas Kota Kereta Api

Madiun, SMN - Pemerintah Kota Madiun menerima audiensi jajaran PT INKA (Persero) untuk membahas penguatan sektor pariwisata melalui kolaborasi yang mengangkat identitas Kota Madiun...