
Jombang, SMN – Dalam upaya meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim di bidang kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Puskesmas Kesamben dan Pemerintah Desa Kedung Mlati menggelar kegiatan sosialisasi Desa Sehat Iklim (DEKSI) yang melibatkan kader posyandu dan perangkat desa.Bertempat di balai desa kedungmlati kecamatan Kesamben pada Kamis (13/11/25).
Acara ini mengusung metode pemaparan dan permainan interaktif guna menciptakan pemahaman dan keterlibatan aktif Kader Posyandu Desa Kedung Mlati dan Kader Posyandu Carangrejo terkait adaptasi perubahan iklim dan pencegahan penyakit sensitif iklim.
Kegiatan Sosialisasi desa sehat iklim tersebut diawali dengan pemaparan dasar-dasar perubahan iklim, dampaknya pada kesehatan masyarakat, dan strategi adaptasi yang relevan di tingkat desa.
Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang sebagai narasumber memberi penjelasan pada peserta mengenai identifikasi risiko penyakit yang sensitif terhadap iklim, seperti DBD, diare, dan ISPA. Melalui penjelasan singkat disertai ilustrasi, kader posyandu didorong untuk mengenali ancaman kesehatan dan peran penting mereka dalam upaya mitigasi.
Sesi berikutnya merupakan kolaborasi Tim Kesehatan Lingkungan Puskesmas Kesamben dan Puskesmas Bawangan Ploso menampilkan permainan edukasi yang dirancang untuk mengasah pemahaman kader.
Kegiatan ini bertujuan membangun kemampuan peserta kader mengidentifikasi masalah lingkungan sekitar, memilih solusi adaptif berbasis kearifan lokal, dan berlatih mempraktikkan aksi sederhana seperti Gerakan 3M Plus, membudidayakan ikan pemakan jentik, menjaga kebersihan lingkungan secara gotong royong, dan memberikan abate pada penampungan air yang susah di bersihkan.
Permainan kelompok juga melatih kerja sama kader dan perangkat dalam menyusun rencana kerja masyarakat (RKM) untuk aksi adaptasi di desa mereka sendiri.
Sosialisasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memperkuat komitmen desa dalam aksi adaptasi, integrasi program kesehatan dan lingkungan, serta membangun jejaring lintas sektor sesuai prinsip partisipatif Desa Sehat Iklim (DEKSI). Melalui keaktifan dan inovasi lokal, kader posyandu dan perangkat desa menjadi pelopor perubahan perilaku sehat dan pemanfaatan teknologi tepat guna di wilayahnya.
Di akhir kegiatan, para peserta diajak berdiskusi, membagikan praktik baik, dan menyusun ide untuk pengembangan sarana adaptasi seperti penghijauan, bank sampah, serta pemberdayaan teknologi ramah lingkungan. Melalui sosialisasi Desa Sehat Iklim (DEKSI) diharapkan menjadi titik tolak transformasi desa menuju komunitas yang tanggap, sehat, dan berketahanan iklim. (rf/hs)
