
Brebes, SMN – Harapan warga wilayah Brebes bagian selatan untuk memiliki akses penghubung yang lebih cepat dan aman kian mendekati kenyataan.
Tahun ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri berencana membangun empat jembatan gantung “Merah Putih” di Kabupaten Brebes, yang akan menghubungkan desa-desa terpisah sungai yang selama ini mengandalkan jalur memutar untuk sampai ketujuan.
Di Kecamatan Bantarkawung, dua jembatan gantung akan dibangun. Jembatan pertama membentang di atas Sungai Ciraja, menghubungkan wilayah Bantarkawung dengan Desa Bambayang Dukuh Bambayanghilir hingga Desa Bantarwaru.
Pembangunan serupa juga akan dilakukan di Kecamatan Salem. Dua jembatan gantung direncanakan menghubungkan Desa Kadumanis dengan Desa Citimbang, serta Desa Ganggawang dengan Desa Ciputih.
Keduanya akan melintasi Sungai Cigunung, yang selama ini menjadi penghalang utama mobilitas warga antar desa.
Kepala UPT DPU Wilayah Bantarkawung, Siswanto, membenarkan rencana tersebut. Ia menyebutkan bahwa survei lapangan telah dilakukan oleh pihak terkait dan pembangunan diharapkan dapat terealisasi pada tahun ini.
Menurut Siswanto, jembatan gantung menjadi solusi paling memungkinkan dan tepat guna untuk kondisi geografis wilayah tersebut.
Meski hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki, keberadaannya dinilai sangat membantu aktivitas Hari-hari masyarakat.
“Dengan akses yang lebih mudah, roda perekonomian warga akan bergerak lebih cepat. Anak-anak juga lebih aman dan mudah menuju sekolah,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Kehadiran jembatan gantung Merah Putih ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan penghubung harapan bagi warga desa yang selama ini terisolasi oleh sungai.
Akses yang terbuka diyakini akan membawa perubahan nyata bagi kehidupan sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat Brebes selatan. (*)
Reporter: Supriyadi
Editor: Agus Imam S.
