
Lumajang, SMN – Semangat belajar tampak menyala di Aula Pertemuan ITB Widya Gama Lumajang, Senin (10/11/2025). Sejumlah pelajar dari SMA PGRI, SMK PGRI, dan SMAN 3 Lumajang, bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pisang, mengikuti kegiatan pengenalan kampus yang dipandu oleh Retno Cahyaningati, dosen ITB Widya Gama Lumajang.
Dalam kesempatan itu, Retno memperkenalkan profil kampus, program studi, hingga berbagai peluang yang bisa diraih mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi. Ia menekankan bahwa dunia kampus bukan hanya tentang teori, tetapi juga tentang membentuk karakter dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan zaman.
“Kami ingin menanamkan semangat belajar sepanjang hayat. Dunia kampus adalah tempat mengasah potensi, bukan sekadar mengejar gelar,” ungkap Retno kepada peserta, Senin (10/11/2025).
Menariknya, kegiatan ini menjadi pembuka sebelum pelaksanaan Sosialisasi Program Gerakan Cinta Rupiah oleh Bank Indonesia Perwakilan Jember. Program tersebut bertujuan menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap rupiah, sekaligus meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda.
Selain pelajar, kegiatan ini juga dihadiri mahasiswa dari berbagai kampus di Lumajang, seperti Polinema, Universitas Lumajang (Unilu), Universitas Jember (Unej) Lumajang, STIT Muhammadiyah Lumajang, STKIP PGRI, STIH Jenderal Sudirman, serta tuan rumah ITB Widya Gama Lumajang.
Retno berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi jembatan sinergi antara sekolah, kampus, dan lembaga lain.
“Kalau generasi muda kita saling berkolaborasi dan memiliki visi yang sama untuk kemajuan daerah, maka Lumajang akan punya sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing,” tambahnya.
Acara berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif bertanya seputar dunia perkuliahan, peluang beasiswa, hingga prospek kerja di masa depan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen ITB Widya Gama Lumajang untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi cerdas, mandiri, dan berdaya saing di era digital. (*)
Reporter: Atiek
Editor: Agus Imam S.
