
Blitar, SMN – Ribuan warga memadati ruas jalan Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Kamis (2/7/2026) malam. Mereka rela berdesakan untuk menyaksikan Kirab Pusaka Kyai Sinom Robyong dan Panji desa, tradisi sakral yang setiap tahun digelar pada bulan Suro sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus pelestarian budaya desa.
Prosesi berlangsung khidmat. Pusaka Kyai Sinom Robyong diarak dari kawasan Makam Cikal Bakal Desa menuju Kantor Desa Plosorejo, diiringi perangkat desa, sesepuh, tokoh masyarakat, hingga ratusan peserta yang mengenakan busana adat Jawa. Sepanjang perjalanan, warga memenuhi sisi jalan untuk menyaksikan salah satu tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun itu.
Kepala Desa Plosorejo, Bejananto, mengatakan kirab merupakan puncak dari seluruh rangkaian ritual adat yang telah dimulai beberapa hari sebelumnya. Menurutnya, setiap tahapan memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah berdirinya Desa Plosorejo.
“Tradisi ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujarnya.
Sebelum kirab digelar, Pemerintah Desa Plosorejo lebih dahulu melaksanakan prosesi Jamasan Pusaka pada, Selasa (30/6/2026) malam. Ritual tersebut dilanjutkan dengan Bedol Pusaka, yakni memindahkan pusaka desa menuju Makam Cikal Bakal untuk disemayamkan sebelum kembali diarak pada malam puncak.
Tidak hanya menampilkan kirab pusaka, prosesi juga dimeriahkan arak-arakan gunungan hasil bumi. Gunungan yang berisi aneka hasil pertanian itu menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas rezeki dan kesuburan tanah yang telah menghidupi warga selama ini.
Usai kirab, ribuan warga mengikuti kenduri agung sebelum berebut isi gunungan. Tradisi tersebut selalu menjadi momen yang paling ditunggu. Masyarakat meyakini hasil bumi dari gunungan membawa berkah, keselamatan, serta harapan akan kehidupan yang lebih makmur.
Rangkaian peringatan bulan Suro di Desa Plosorejo belum berakhir. Pemerintah desa masih menyiapkan pertunjukan Sholawat Genjring pada Jumat (3/7/2026) malam dan pentas Gebyakan Jaranan pada Sabtu (4/7/2026) sebagai penutup seluruh kegiatan.
Melalui penyelenggaraan Kirab Pusaka Kyai Sinom Robyong, Pemerintah Desa Plosorejo berharap tradisi leluhur tetap lestari sekaligus mampu memperkuat potensi wisata budaya di Kabupaten Blitar. Kehadiran ribuan pengunjung setiap tahun juga diharapkan memberi dampak positif bagi pelaku UMKM dan perekonomian masyarakat setempat.(*)
Reporter: Imam
Editor: Agus Imam S.
