
Probolinggo, SMN – Dalam Kemeriahan peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280 semakin terasa memasuki hari kelima pelaksanaan, Selasa (21/4/2026). Mengusung tema “Transformasi Berkelanjutan Menuju Probolinggo SAE”, rangkaian kegiatan sukses menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan, mulai pagi hingga malam hari.
Sejak pagi, antusiasme warga sudah terlihat dalam Lomba Tari Kembang Genggong yang digelar di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo. Puluhan peserta dari berbagai wilayah menampilkan tarian khas daerah dengan gerakan yang indah dan sarat makna budaya.
Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian seni tradisional Kabupaten Probolinggo. Penampilan para peserta yang memukau berhasil menciptakan suasana semarak sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah modernisasi.
Memasuki malam hari, pusat kegiatan berpindah ke Alun-alun Kraksaan yang dipadati ribuan warga. Agenda bertajuk “Harmoni Gerak Nusantara dan Seduh Bareng 1000 Kopi” menjadi magnet utama bagi masyarakat, khususnya kalangan muda dan komunitas pecinta kopi.
Aroma kopi yang diseduh langsung oleh para barista menghadirkan suasana hangat dan akrab. Komunitas kopi lokal turut ambil bagian dalam kegiatan ini, memberikan edukasi sekaligus pengalaman menikmati kopi kepada pengunjung yang hadir.
Tidak hanya itu, suasana semakin hidup dengan penampilan live music di panggung utama. Alunan musik yang menghibur membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati malam perayaan Harjakapro. Kombinasi antara budaya, kuliner dan hiburan menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian acara tahun ini.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Banyak warga datang bersama keluarga maupun sahabat untuk merasakan langsung kemeriahan acara yang diselenggarakan secara gratis oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Para pelaku UMKM lokal mengungkapkan rasa bangganya melihat tingginya partisipasi masyarakat. Ia menilai kegiatan Harjakapro tahun ini benar-benar menjadi pesta rakyat yang memberikan dampak positif, baik dari sisi hiburan maupun ekonomi.
“Alun-alun sangat ramai dengan kegiatan positif. Ini membuat kami sebagai pelaku usaha kecil juga ikut merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Masyarakat berdatangan ke Alun-alun Kraksaan untuk menikmati sajian dalam rangkaian Harjakapro ke-280.
Rangkaian Harjakapro ke-280 Kabupaten Probolinggo diprediksi akan terus mencapai puncaknya hingga penutupan pada 26 April 2026. Beragam agenda menarik lainnya masih akan digelar, seperti kegiatan komunitas pecinta hewan hingga pertunjukan budaya.
Dengan konsep yang menggabungkan budaya, edukasi dan hiburan, Harjakapro tahun ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum kebersamaan yang memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (adv)
Reporter: Edi S.
Editor: Agus Imam S.
