
Malinau, SMN – Kabupaten Malinau akan segera berbenah untuk persiapan selaku tuan rumah penyelenggara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Juni mendatang 2026.
Hal tersebut di sampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Ernes Silvanus, usai rapat perdana pembentukan panitia (kepanitiaan) pelaksana MTQ baru baru ini. Ernes, dalam arahannya optimis bahwa Malinau berkomitmen untuk mensukseskan ajang MTQ Tingkat Provinsi Kaltara.
Merangkum serta meraih sukses sebagai tuan rumah yang ramah sekaligus sukses dalam prestasi untuk para peserta. Di tambahkan oleh Sekda, Pemkab Malinau banyak belajar ke beberapa daerah yang sebelumnya menjadi
tuan rumah seperti Kabupaten Nunukan.
“Kami belajar dari pengalaman daerah lain agar pelaksanaan serupa di Malinau bisa lebih baik. Dan tentu sangat mengharapkan dukungan sepenuhnya baik secara moril maupun materil dari Pemerintah Provinsi Kaltara, Bapak Gubernur termasuk jajaran Kementerian Agama, terutama terkait pembiayaan dan arahan agar momentum ini dapat meningkatkan pehaman masyarakat terhadap Al-quran,” ujarnya.
Sangat unik dan menarik rencana pelaksanaan MTQ kali ini akan tampil beda lebih dari sekadar lomba. Sekda, menginginkan atmosfer MTQ di Malinau terasa berbeda tanpa menghilangkan esensi relegiusnya. Ernes juga turut menyoroti fenomena keramaian yang biasanya hanya terjadi saat pembukaan serta penutupan.
“Saya meminta kepada panitia agar ada momen di hari kedua atau ketiga dimana peserta tetap berkumpul untuk bersilaturahmi. Ia juga menginginkan ada selingan seperti ceramah agama, penampilan artis religi atau kompetisi grup qasidah dan rebana antar Kabupaten/Kota. Panggung ini adalah untuk menunjukkan potensi musisi muslim kita, jangan hanya pada saat bulan ramadhan saja.
Fasilitas venue dan pemanfaatan Home stay terkait infrastruktur, pembukaan dan penutupan di rencanakan berpusat di Panggung Budaya, Padan Liu Burung (PLB). Untuk lokasi lomba (venue) Pemkab akan mengoptimalkan gedung pemerintahan, gedung DPRD, fasilitas olahraga hingga hotel.
Mengingat kapasitas hotel di Malinau yang terbatas, pemerintah akan melibatkan masyarakat melalui penyediaan home stay. Pemberdayaan UMKM dan kelompok pengajian serta pada sektor ekonomi kerakyatan juga menjadi perhatian utama. Pusat UMKM akan di konsentrasikan di area PLB. Dalam arahannya, Sekda menginstruksikan agar urusan konsumsi melibatkan kelompok kelompok pengajian juga UMKM rumahan.
“Kita beri ruang untuk kelompok pengajian ikut serta dalam penyediaan konsumsi. Agar dampak ekonomi dari penyelenggaraan MTQ, ini benar benar di rasakan langsung oleh masyarakat lokal. Sementara itu, panitia terus mematangkan persiapan teknis agar perhelatan akbar tingkat Provinsi Kaltara tersebut berjalan sesuai rencana dan membawa keberkahan di Bumi Intimung, tutupnya. (*)
Reporter: Syahraini
Editor: Agus Imam S.
