
Blitar, SMN – Seorang wanita menceburkan diri ke Sungai Brantas di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (12/1/2026).
Wanita yang nekat menceburkan diri nya ke sungai adalah seorang janda beranak dua berinisial DP (35) diduga karena depresi.
Berdasarkan keterangan saksi, DP terseret arus Sungai Brantas. Hingga kini petugas gabungan masih melakukan pencarian.
Kapolsek Sanankulon, AKP Nurbudi Santosa mengatakan bahwa DP diduga mengalami depresi sejak 3 tahun lalu.
“Dugaan awal Depresi sudah 3 tahun. Saat meninggalkan rumah pamit ibunya mau bunuh diri dan langsung meninggalkan rumah. Status korban janda 2 anak,” jelasnya, Selasa (13/1/2026).
Selama 3 tahun terakhir, perempuan 35 tahun itu memang didiagnosa mengalami depresi. Ibu dari 2 anak ini juga rutin menjalani perawatan di puskesmas Sananwetan.
“Perempuan tersebut diketahui datang, kemudian memarkir sepeda motornya di jalan dekat rumah warga, dan selanjutnya turun dan menuju ke pinggir sungai Brantas,” jelasnya.
Saksi di lapangan juga mengatakan, DP mengendarai sepeda motor matic Yamaha Mio AG 5828 KAN.
Di lokasi, yakni di Dusun Boro Desa Tuliskriyo yang berjarak 100 meter dari jembatan Kademangan ia meninggalkan sepeda motor dan sandal selop warna hitam.
Warga yang melihat insiden, bergegas menolong untuk menyelamatkan korban. Akan tetapi, begitu warga mendekat DP melepaskan pegangan pada akar di sungai
“Saat akan ditolong malah dilepas. Terbawa arus ke arah barat jembatan, yakni ke arah Tulungagung,” terangnya.
“Yang bersangkutan belum ditemukan,” lanjut Wahyudi Kepala BPBD Kabupaten Blitar dalam siaran langsung pada salah satu stasiun radio, Senin malam (12/1/2026).
Petugas gabungan dari TNI-Polri serta Basarnas Trenggalek tengah melakukan upaya pencarian terhadap DP. Penyisiran sepanjang Sungai Brantas pun akan dilakukan untuk mencari janda 2 anak itu. (*)
Reporter: Imam.
Editor: Agus Imam S.
