
Blitar, SMN – SMKN 1 Kademangan, Kabupaten Blitar, kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional melalui partisipasinya dalam Pameran Literasi Badan Bahasa Kemendikbudristek bertajuk “Menyemai Asa, Menuai Inovasi”. Bertempat di lantai 3 Gedung A Kemendikbudristek, Jakarta, tim kecil dari sekolah vokasi ini memamerkan inovasi Smart Integrated Farming berbasis Internet of Things (IoT) yang menarik perhatian banyak pengunjung.
Di tengah hiruk-pikuk pameran, beberapa siswa SMKN 1 Kademangan terlihat sibuk menata display dan menjelaskan sistem kerja teknologi peternakan modern mereka. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer karya, tetapi momentum untuk menunjukkan bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang literat dan adaptif terhadap perkembangan teknologi industri pangan.
Wakil Kepala Hubungan Industri (Wakahubinmas) SMKN 1 Kademangan, M. Taufik, Senin (27/10/2025) menyampaikan bahwa pameran tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara literasi, teknologi, dan dunia industri. “Kami tidak ingin hanya mencetak operator, tetapi mendidik innovator yang siap menjawab tantangan industri pangan masa depan,” tegasnya.
Kegelisahan terhadap kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri mendorong sekolah ini membangun Teaching Factory (TEFA) di bidang agribisnis unggas, perikanan, dan pertanian terpadu. Berawal dari keterbatasan alat dan dana, upaya tersebut kemudian menemukan arah baru melalui kemitraan strategis dengan PT Jatinom Indah Farm dan PT. Chickin Indonesia.
Kerja sama ini berkembang menjadi program “8+i” yang meliputi pengembangan kurikulum, magang guru, sertifikasi, hingga rekrutmen alumni. Hasilnya nyata, sebanyak 18 siswa telah direkrut langsung oleh Chickin Indonesia sebagai Support Farm, sementara belasan alumni setiap tahun bergabung di Jatinom Farm sebagai tenaga kesehatan hewan,” terangnya.
Transformasi besar terlihat pada kandang TEFA yang kini berteknologi closed house berbasis IoT. Melalui sistem digital, siswa dapat mengontrol suhu, kelembapan, hingga pakan ternak secara otomatis. Dukungan CSR Chickin Indonesia menyediakan perangkat modern, sementara Jatinom Farm membantu dalam pendampingan teknis pembangunan dan pengelolaan.
Inovasi tersebut mendapat perhatian nasional dan menjadi bagian dari program “Patok Banding Ketahanan Pangan” Kemendikbudristek. SMKN 1 Kademangan kini menjadi model sekolah yang mampu mengintegrasikan literasi pangan dan teknologi vokasi.
Puncaknya, sekolah ini tampil dalam Pameran Literasi Nasional untuk menunjukkan bahwa literasi tidak hanya tentang membaca teks, tetapi juga membaca data dan memahami teknologi.
Melalui Teaching Factory dan kemitraan “8+i”, SMKN 1 Kademangan menegaskan perannya sebagai SMK Pusat Keunggulan yang berkomitmen mencetak SDM unggul, kreatif, dan berdaya saing tinggi.
Dari Blitar, sekolah ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pendidikan dan industri mampu menyemai asa dan menuai inovasi bagi masa depan ketahanan pangan nasional,” pungkas Taufik. (*)
Reporter: Imam
Editor: Agus Imam S.
