
Madiun, SMN – Kegiatan Sore di Kabupaten (SDK) Madiun Session 2 kembali digelar di Alun-Alun Reksogati, Caruban, Jumat (24/4/2025). Acara yang berlangsung sejak sore hingga malam hari ini dipadati masyarakat dan dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, jajaran kepala OPD, para camat, Yayasan Gerontologi Abiyoso (YGA), Forum Anak Kabupaten Madiun, serta berbagai elemen masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati, dalam laporannya menyampaikan bahwa SDK Session 2 merupakan kelanjutan dari sesi pertama dengan sejumlah pembaruan. Salah satunya adalah upaya mengurangi ketergantungan terhadap APBD melalui inovasi berbasis kemandirian.
“SDK Session 2 dirancang sebagai inkubator agar ke depan kegiatan ini dapat berjalan mandiri tanpa membebani keuangan daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya mendorong alih kemampuan pengelolaan kepada Paguyuban PKL, menyediakan ruang publik edukatif, menggerakkan ekonomi kerakyatan, serta mewujudkan event berkelanjutan.
Pelaksanaan SDK Session 2 digelar setiap Jumat, mulai 17 April hingga 3 Juli 2026, pukul 15.00–21.00 WIB, dengan total 12 episode masa inkubasi. Lokasi kegiatan dipindahkan ke Alun-Alun Reksogati atas permintaan para pedagang kaki lima (PKL).
Dalam skema yang disusun, peran pemerintah akan berangsur berkurang. Pada tiga sesi awal, Disparpora menjadi pelaksana utama, kemudian beralih ke paguyuban PKL hingga akhirnya sepenuhnya mandiri pada sesi ke-13 dan seterusnya.
“Kami ingin paguyuban mampu merencanakan, mengelola, hingga menggalang dana secara mandiri,” tambah Puji.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim Disparpora, paguyuban PKL dengan 30–50 anggota aktif, pelajar dari Forum Anak Kabupaten Madiun, content creator, hingga seniman dan sejarawan. Dari sisi manfaat, program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi anggaran, memperkuat kelembagaan PKL, meningkatkan omzet pedagang, serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, masyarakat juga mendapat ruang publik yang hidup dan inklusif, sekaligus membuka peluang ekonomi baru secara tidak langsung. Beragam aktivitas turut memeriahkan acara, mulai dari penampilan band, seni tari, hingga kegiatan interaktif “Sore Menulis Pesan” yang mengajak peserta menuliskan refleksi masa lalu dan harapan masa depan.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun Hari Wuryanto mengapresiasi inisiatif Disparpora yang dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.
“Mudah-mudahan ini menjadi kegiatan rutin yang bisa memantik perekonomian, khususnya di Caruban,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan alasan perubahan jadwal dari Minggu sore menjadi Jumat sore. Menurutnya, perubahan ini mempertimbangkan aktivitas pelajar agar tetap optimal dalam menjalani kegiatan sekolah.
“Dengan Jumat sore, anak-anak masih punya waktu istirahat di Sabtu dan Minggu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak agar kegiatan ini terus berkembang dan mandiri. Ia juga mengaitkan kegiatan ini dengan program Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan bersih dan nyaman. Apresiasi diberikan kepada paguyuban PKL, Forum Anak, para seniman, serta masyarakat Caruban yang turut mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
Di sisi lain, suasana Alun-Alun Reksogati semakin semarak dengan kehadiran berbagai pelaku UMKM yang menjajakan aneka kuliner dan wahana permainan anak. Pengunjung dapat menikmati hiburan sambil bersantai bersama keluarga. Tak hanya itu, tersedia pula layanan perpustakaan keliling yang menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak yang gemar membaca.
Dengan konsep kolaboratif dan bertahap menuju kemandirian, SDK Session 2 diharapkan menjadi model pengembangan ruang publik sekaligus penggerak ekonomi berbasis masyarakat di Kabupaten Madiun. (*)
Reporter: Suyanto
Editor: Agus Imam S.
