
Blitar, SMN – Pemahaman terhadap sejarah bangsa dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam menumbuhkan dan memperkuat rasa nasionalisme. Berangkat dari komitmen tersebut, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bhakti Nusantara menggelar kegiatan outing class di kawasan Candi Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, pada 10 Desember lalu.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 warga belajar PKBM Bhakti Nusantara yang berasal dari berbagai filial, di antaranya Banjarsari, Resapombo, Siraman, Mronjo, Bendosewu, Binangun, serta Karangrejo, Kecamatan Garum. Outing class tersebut menjadi salah satu agenda rutin lembaga pendidikan kesetaraan itu dalam upaya menghadirkan proses pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Kepala PKBM Bhakti Nusantara, Anwar Nuris, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kegiatan belajar tidak harus selalu dilakukan di dalam ruang kelas. Menurutnya, lingkungan sekitar, khususnya situs-situs bersejarah, justru dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
“Belajar bisa dilakukan di mana saja. Dengan menggali nilai-nilai sejarah bangsa secara langsung, warga belajar akan lebih mudah memahami dan merasakan pentingnya nasionalisme,” ujar Anwar.
Ia menegaskan, Candi Penataran merupakan salah satu aset budaya dan sejarah yang sangat luar biasa bagi bangsa Indonesia. Sebagai candi terbesar di Jawa Timur dan peninggalan penting Kerajaan Majapahit, kawasan tersebut menyimpan banyak nilai sejarah, filosofi, dan budaya yang patut dipahami oleh generasi penerus bangsa.
“Anak bangsa harus mengenal dan memahami peninggalan sejarahnya sendiri. Dari sana akan tumbuh rasa bangga, rasa memiliki, dan kecintaan terhadap tanah air,” pungkasnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta dipandu langsung oleh petugas dari kawasan Candi Penataran.
Mereka diajak berkeliling area candi sembari mendapatkan penjelasan mendalam mengenai sejarah pembangunan candi, fungsi bangunan, relief, hingga berbagai arca yang terdapat di kompleks candi tersebut. Antusiasme warga belajar terlihat tinggi, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada pemandu.
Salah satu peserta, Zaenal, mengaku kegiatan outing class ini sangat bermanfaat dan memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Menurutnya, sebagai warga Blitar sudah seharusnya memahami sejarah dan budaya daerahnya sendiri.
“Dengan memahami budaya dan sejarah bangsa, rasa cinta kita terhadap tanah air akan semakin kuat. Kegiatan ini juga menambah wawasan kami, karena belajar langsung di lokasi sejarah jauh lebih berkesan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, PKBM Bhakti Nusantara berharap warga belajar tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, berwawasan sejarah, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya bangsa. (*)
Reporter: Imam.
Editor: Agus Imam S.
