
Madiun, SMN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jatim, mempercepat peningkatan konektivitas jalan di wilayahnya melalui program instruksi presiden jalan daerah (IJD) dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun Bobby Saktia Putra Lubis mengatakan Kabupaten Madiun telah mengusulkan ke pusat sebanyak enam lokasi ruas jalan melalui program IJD 2025-2026.
“Dari enam lokasi yang diusulkan, ada tiga ruas jalan yang berhasil disetujui dan ditangani. Dua di antaranya sudah selesai, dan satu lagi tinggal tahap akhir dengan progres sekitar 85 persen,” ujar Bobby dalam keterangannya di Madiun, Rabu (15/4/2026).
Pihaknya merinci tiga lokasi ruas jalan yang disetujui dalam program IJD 2025-2026, tersebut adalah ruas jalan Klitik-Dimong sepanjang 1 kilometer dengan jumlah anggaran sebesar Rp3,5 miliar yang telah selesai dikerjakan.
Kemudian, ruas jalan Mojopurno-Dimong sepanjang 7,045 kilometer dengan jumlah anggaran Rp24,7 miliar yang juga telah selesai dikerjakan.
“Sedangkan, satu ruas lagi yang masih tahan pengerjaan, yakni ruas jalan Dolopo-Mojorejo sepanjang 2,25 kilometer dengan anggaran Rp14,7 miliar yang progresnya capai 85 persen,” katanya.
Pihaknya menjelaskan program IJD merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat konektivitas daerah guna mendukung program prioritas nasional, khususnya swasembada pangan dan energi.
Program IJD bertujuan meningkatkan kemantapan dan konektivitas jalan daerah, sehingga dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, membuka akses menuju kawasan produksi pangan dan energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Adapun program IJD dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah pusat memberikan dukungan percepatan penanganan jalan daerah yang diusulkan oleh pemerintah daerah, khususnya pada ruas-ruas strategis yang terkendala keterbatasan anggaran.
“Ke depan, Pemkab Madiun akan terus mengusulkan penanganan jalan di wilayahnya agar akses makin lancar dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Bobby.
Sesuai data, sebelumnya di tahun anggaran 2024 Pemkab Madiun juga memperoleh program IJD ruas Dungus-Batas Kota Madiun yang memiliki panjang 8,73 kilometer.
Jalan tersebut merupakan akses utama menuju sejumlah objek wisata andalan, seperti Monumen Kresek, Desa Wisata Rumah Cokelat Bodag, Hutan Wisata Grape, dan kawasan lereng Gunung Wilis, termasuk Taman Wisata Lembah Wilis. (*)
Reporter: Suyanto
Editor: Agus Imam S.
