
Madiun, SMN – Pekerjaan infrastruktur pembangunan rabat beton jalan menuju jalan usaha tani yang berlokasi di Dusun Jonggol RT 03 RW 01 Desa Batok Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun sampai sekarang masih dalam pengerjaan baru mencapai 70 persen.
Pembangunan infrastruktur jalan menuju jalan usaha tani tersebut bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 dengan jenis kegiatan Penguatan Ketahanan Pangan Tingkat Desa. Dengan Volume : 226 meter x 0,12 meter x 2.3 meter menelan biaya sesuai RAB APBDes sebesar Rp.100.000.000,-. Dalam pengerjaan rabat beton memperdayakan masyarakat sekitar lingkungan Desa Batok guna untuk mengurangi pengangguran. Pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai prosedur, aman, dan lancar yang sesuai dengan perencanaan yang sudah di setujui.
Kepala Desa (Kades) Batok Sutiono mengatakan bahwa, pembangunan rabat beton jalan menuju jalan usaha tani Dusun Jonggol RT 03 RW 01 Desa Batok merupakan bentuk realisasi program Penguatan Ketahanan Pangan yang dikerjakan melalui kucuran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 sampai sekarang dalam tahap pengerjaan yang sudah mencapai 70 persen yang dikerjakan dengan sistem swakelola Padat Karya Tunai (PKT) oleh masyarakat Desa Batok tersebut.
”Alhamdulillah, proses pengerjaan rabat benton jalan menuju jalan usaha tani di Dusun Jonggol RT 03 RW 01 Desa Batok yang memiliki volume panjang 226 meter x 0,12 meter dan lebar 2.3 meter dari anggaran Dana Desa (DD) tahap satu dan dua tahun anggaran 2025 sebesar Rp.100.000.000,- ini, berjalan sesuai perencanaan,” ucap Sutiono, Kades Batok saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (01/06/2025)
Sambung Sutiono, pembangunan rabat beton jalan di Dusun Jonggol RT 03 RW 01 Desa Batok adalah akses jalan ke lahan pertanian, yakni ke lahan persawahan yang telah menjadi salah satu akses jalan usaha tani menuju desa tersebut.
“Peran aktif masyarakat untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan yang masih berjalan pengerjaanya untuk sementara waktu belum bisa dilewati oleh kendaraan roda empat maupun roda dua. Hingga satu bulan ke depan,” sambungnya.
Masih dikatakan Kades Sutiono terkait transparansi anggaran pihaknya telah melakukan pembangunan sesuai prosedur yang benar. Dimana, sebelum melakukan pembangunan selalu diadakan sosialisasi.
“Bahkan sesudah pembangunan kami kembali melakukan sosialisasi. Selain itu, adanya program Pemberdayaan Masyarakat Padat Karya Tunai (PKT), yang mana dari setiap pembangunan selalu melibatkan warga sekitar, pemasangan papan proyek, pemasangan prasasti dan lainnya,” ujarnya.
Pihaknya berharap dengan dibangunnya jalan pertanian di Dusun Jonggol tersebut bisa meningkatkan produktivitas pertanian serta mempermudah transportasi hasil pertanian dan kesejahteraan petani dan masyarakat petani Desa Batok bisa meningkat.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Batok Sitar menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan infrastruktur rabat jalan beton menuju jalan usaha tani kami kerjakan sesuai dengan RAB dan pelaksanaan pengerjaannya dengan sistem Padat Karya Tunai (PKT) oleh warga Desa Batok.
“Alhamdulillah sampai sekarang pekerjaan pembangunan rabat beton jalan menuju jalan usaha tani berjalan lancar aman dan sesuai dengan RAB yang sesuai dengan perencanaan pembangunan rabat beton jalan tersebut, sampai sekarang dalam pengerjaanya rabat beton jalan sudah mencapai progres 70 persen, tidak lama lagi jalan tersebut sudah bisa dilalui oleh petani sebagai penerima manfaat,” tandasnya. (*).
Reporter: Suyanto.
Editor: Agus Imam S.
