
Blitar, SMN – Tradisi pladu atau aktivitas mencari ikan mabuk di aliran Sungai Brantas kembali menjadi perhatian warga Dusun Boro, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Senin (18/05/2026). Sejak pagi hari, puluhan warga tampak mulai memadati bantaran sungai untuk ikut mencari ikan yang mabuk dan terbawa arus.
Tradisi tahunan yang sudah berlangsung sejak lama tersebut selalu dinanti masyarakat. Selain menjadi momen mencari ikan, pladu juga menjadi ajang kebersamaan dan silaturahmi antarwarga yang jarang berkumpul karena kesibukan masing-masing.
Dengan membawa peralatan sederhana seperti jaring, serok, hingga ember, warga terlihat antusias menyusuri tepian Sungai Brantas. Tidak hanya orang dewasa, sejumlah anak-anak dan remaja juga ikut meramaikan suasana di bantaran sungai.
Kepala Dusun Boro, Resa, mengimbau seluruh warga agar tetap berhati-hati selama mencari ikan di sungai. Ia meminta masyarakat tetap memperhatikan keselamatan mengingat arus Sungai Brantas cukup deras di beberapa titik.
“Kami berharap warga tetap berhati-hati saat mencari ikan. Keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Ia juga berharap hasil tangkapan ikan yang didapat warga bisa membawa manfaat bagi keluarga. Menurutnya, tradisi pladu bukan semata soal hasil tangkapan, melainkan juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Semoga hasilnya bisa memuaskan dan bisa dibagikan kepada keluarga maupun saudara. Yang paling penting, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi masyarakat untuk berkumpul,” tambahnya.
Suasana kebersamaan tampak begitu terasa sepanjang bantaran Sungai Brantas. Warga saling membantu saat menangkap ikan dan bercengkerama satu sama lain. Beberapa warga bahkan memanfaatkan momen tersebut untuk makan bersama di tepi sungai sambil menikmati hasil tangkapan.
Tradisi pladu sendiri sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat di kawasan bantaran Sungai Brantas. Meski sederhana, kegiatan ini memiliki nilai sosial yang kuat karena mampu menyatukan warga dari berbagai usia.
Bagi masyarakat Dusun Boro, pladu bukan sekadar aktivitas mencari ikan mabuk, tetapi juga warisan tradisi yang terus dijaga agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Kebersamaan dan gotong royong yang tercipta dalam kegiatan tersebut menjadi nilai utama yang terus dipertahankan warga hingga saat ini.(*)
Reporter: Imam
Editor: Agus Imam S.
