
Pasuruan, SMN — Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas perhatian dan dukungan yang diberikan bagi para penyandang disabilitas, termasuk yang berada di Kabupaten Pasuruan. Ucapan tersebut disampaikan dalam Puncak Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tingkat Jawa Timur Tahun 2025, yang digelar di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan, Kecamatan Grati.
Dalam kesempatan itu, Wabup yang akrab disapa Gus Shobih tersebut menilai program-program yang dijalankan Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial telah membuka ruang kesetaraan dan inklusi sosial bagi penyandang disabilitas. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam mewujudkan lingkungan yang ramah dan tanpa diskriminasi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasuruan, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemprov Jawa Timur. Dengan dukungan dan partisipasi semua pihak, kami yakin program pelayanan sosial akan semakin maju dan bermanfaat, terutama bagi kaum difabel. Sebab di balik keterbatasan, para penyandang disabilitas memiliki potensi luar biasa,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut, Pemprov Jatim juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan, termasuk Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPD) Triwulan IV Tahun 2025 dengan total nilai Rp 95.400.000. Selain itu, sebanyak 41 unit alat bantu disabilitas turut didistribusikan kepada penerima manfaat di Kabupaten Pasuruan.
“Terima kasih untuk bantuan alat dan dukungan yang diberikan. Semoga benar-benar dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” imbuhnya, Rabu (3/12/2025).
Selain bantuan alat, Pemprov Jatim juga menyerahkan bantuan ASPD berupa uang tunai yang diberikan setiap tiga bulan sekali. Untuk Kabupaten Pasuruan, bantuan tersebut menyasar 106 penerima manfaat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak dalam sambutannya kembali menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam memastikan penyandang disabilitas terlibat penuh dalam proses pembangunan. Menurutnya, hal itu selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan PBB yang menekankan bahwa tidak ada satu pun kelompok masyarakat yang boleh tertinggal.
“Acara hari ini sangat istimewa, sebagaimana istimewanya seluruh insan yang hadir. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud komitmen bahwa perjuangan memberikan ruang setara bagi semua tidak akan berhenti,” ujar Emil.
Ia juga mengapresiasi karya dan kemandirian penyandang disabilitas yang tergabung dalam program Disabilitas Jawara serta pelaku UMKM difabel yang turut hadir memeriahkan acara puncak peringatan HDI tahun ini. (*)
Reporter: Lalang S.
Editor: Agus Imam S.
