
Bandung, SMN – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan seluruh unsur pimpinan di Kota Bandung wajib datang ke kantor atau lapangan saat diberlakukan work from home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah, Jumat (10/4/2026).
“Kepala dinas harus masuk, camat, lurah, juga, jadi semua pimpinan harus masuk,” kata Farhan di Hotel Grandia, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Kamis (9/4/2026).
Farhan menambahkan, target dari WFH yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung bukan hanya sekadar penghematan energi. Dia juga berharap kebiasaan lama yang hilang seperti saat Covid-19 bisa kembali digalakkan salah satunya bersepeda.
“Saya sama teman-teman Forkopimda akan bersama-sama naik sepeda, membangun kebiasaan lama sebetulnya,” jelasnya.
Farhan menjelaskan, selain unsur pimpinan, ASN yang berada di sektor pelayanan masyarakat tidak akan ikut WFH.
“Yang WFH masih di atas 60 persen karena kami rata-rata pelayanan publik langsung. Perizinan, seperti DBMPTSP enggak mungkin (WFH), Cipta Bintar enggak mungkin juga, PU, Binamarga juga enggak mungkin (WFH),” ucapnya.
Hari ini, lanjut Farhan, para pimpinan akan membagikan tugas-tugas untuk para ASN yang ikut WFH dan yang tidak.
“Hari ini para pimpinan dan unit kerja, baik itu kepala dinas, kepala bidang, kepala seksi, kepala bagian, semuanya harus sudah memberikan tugas-tugas kepada mereka yang WFH besok,” tegasnya.
Farhan pun berharap para ASN yang WFH bisa menyelesaikan tugas-tugas dan kewajiban yang diberikan selama WFH.
“Dalam kurun waktu tertentu, mereka harus memberikan laporan secara tertulis via online tentang tugas-tugas yang sudah dia laksanakan,” tuturnya. (*)
Reporter: Aldi
Editor: Agus Imam S.
