
Madiun, SMN – Wajahnya ditutupi masker putih, Walikota Madiun, Maidi melangkah cepat mengikuti petugas untuk digiring masuk ke mobil. Hendak dibawa ke Jakarta usai terkena Operasi Tangkap Tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (19/1/2026).
Walikota Madiun itu hanya mengangkat tangan saat awak media berupaya bertanya kepadanya.
OTT KPK yang dilakukan di Kota Madiun, menyeret 15 orang untuk dimintai keterangan. Bahkan, KPK sampai meminjam kantor Mapolres Kota Madiun untuk proses awal penyelidikan. Sampai akhirnya, Senin siang, KPK membawa sembilan orang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Jakarta.
Sebagai Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan OTT Walikota Madiun itu. OTT ini terkait dengan dugaan penerimaan fee proyek serta pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di Kota Madiun.
“Dalam kegiatan ini, penyidik turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga terkait dengan perkara,” ujar Budi Praset yo kepada awak media.
Maidi merupakan Walikota Madiun hasil Pilkada Serentak 2024. Saat peringatan hari Anti Korupsi Sedunia 9 Desember 2025 lalu, Maidi dengan bangga memamerkan indeks integritas daerahnya.
Kota Madiun menjadi peraih indeks integritas tertinggi dengan mencatatkan perolehan angka 8,2 menurut hasil Survey Penilaian Integritas. Maidi juga sesumbar dengan berkata bahwa Kota Madiun merupakan Kota Anti Korupsi.
Namun ironisnya, hanya berselang sebulan, Walikota Maidi terjaring OTT oleh KPK. Maidi menambah panjang daftar pemimpin Kota Madiun yang tersandung dugaan korupsi.
Catatan sebelumnya, di tahun 2010, Jatmiko Royo Saputro atau acap disapa Kokok Raya, divonis 18 bulan atas penyelewengan dana APBD di pos anggaran dewan. Kokok Raya adalah Walikota Madiun periode 2004-2009.
Walikota Madiun Bambang Irianto juga Pernah terjaring KPK atas dugaan menerima fee proyek Pasar Besar Madiun dan dana CSR senilai Rp59 M. Bambang saat tertangkap OTT KPK masih aktif menjabat di periode keduanya (2015-2020) dan akhirnya divonis sembilan tahun.
Saat ini, penangkapan Maidi dalam operasi tangkap tangan KPK atas dugaan penerimaan fee sejumlah proyek dan pengelolaan CSR. Alat bukti berupa dana ratusan juta yang turut disita KPK. (*)
Reporter: Suyanto.
Editor: Agus Imam S.
