
Madiun, SMN – Rencana pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun menuai penolakan. Puluhan warga mendatangi kantor kelurahan Josenan, Senin (6/4/2026).
Warga menilai pembangunan mengganggu fungsi ruang publik. Lapangan selama ini digunakan untuk olahraga, kegiatan sosial hingga salat Ied.
’’Lokasi tersebut digunakan olahraga, kegiatan sosial, sampai salat Ied. Kalau dibangun, semua terganggu,’’ ujar Arif Tri Setiawan.
Warga juga mempersoalkan kurangnya sosialisasi dari pihak Pegawai Kelurahan Josenan. Lokasi pembangunan disebut memotong lapangan voli di sisi barat.
Hasil mediasi sementara, pembangunan diminta dihentikan sampai ada keputusan. Keputusan akan dimusyawarahkan kembali yang mengundang seluruh elemen masyarakat Kelurahan Josenan.
Meski demikian, pematokan lahan tersebutt tetap berjalan. Warga siap menggelar aksi lanjutan bila pembangunan Koperasi Merah Putih tetap dilanjutkan di lokasi tersebut.
’’Kami akan aksi lagi, tapi tetap tidak anarkis,’’ tegasnya.
Lurah Josenan, Sigit Sudarto, menyatakan pembangunan telah melalui musyawarah.
’’Semua RT, RW, tokoh masyarakat sudah kami undang dan menyetujui,’’ ujarnya.
Kelurahan membuka ruang mediasi lanjutan untuk bisa terjadi kesepakatan. Pedagang yang terdampak pembangunan Koperasi Merah Putih tersebut akan direlokasi ke sisi timur lapangan.
Keterbatasan lahan menjadi kendala utama. Alternatif di Jalan Bina Loka dinilai tidak memenuhi syarat. Menurut lurah, lahan yang digunakan merupakan aset pemkot.
’’Aset pemkot digunakan sesuai kebutuhan program,’’ tandasnya.(*)
Reporter: Suyanto
Editor: Agus Imam S.
