
Brebes, SMN – Peringatan Hari Kesehatan Sedunia, Selasa, 7 April 2026, dimanfaatkan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes untuk menguatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kesehatan, khususnya pada anak.
Salah satu perhatian utama adalah kewaspadaan terhadap penyakit campak yang masih berpotensi menyerang anak-anak.
Kepala Dinkesda Kabupaten Brebes, Heru Padmonobo, mengatakan campak merupakan penyakit menular yang perlu diwaspadai, namun masyarakat diminta tidak panik.
“Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar kasus campak dapat sembuh dalam 7 hingga 10 hari,” kata Heru Padmonobo.
Menurut Heru, kunci utama penanganan campak adalah deteksi dini gejala serta perawatan yang benar di rumah.
Gejala awal biasanya ditandai dengan demam, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam pada kulit.
Orang tua diminta lebih peka terhadap perubahan kondisi anak agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Ia menjelaskan, perawatan sederhana seperti memastikan anak mendapatkan istirahat cukup, asupan cairan yang memadai, serta pengobatan sesuai anjuran tenaga medis, dapat mempercepat proses pemulihan.
Namun, jika kondisi anak memburuk atau muncul komplikasi, orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.
Heru juga menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui imunisasi.
Vaksinasi MR atau MMR, kata dia, merupakan cara paling efektif untuk melindungi anak dari campak.
“Imunisasi bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membentuk kekebalan kelompok di masyarakat,” ungkapnya.
Momentum Hari Kesehatan Sedunia, lanjut Heru, menjadi pengingat bahwa kesehatan bukan semata tanggung jawab tenaga medis, melainkan tanggung jawab bersama.
Upaya menjaga kesehatan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti aktif bergerak, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, serta peduli terhadap sesama.
Dinkesda Brebes mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan anak sebagai investasi masa depan.
“Mari bersama menjaga kesehatan anak-anak kita agar tetap ceria, tumbuh optimal, dan terlindungi dari penyakit,” jelasnya.
Di tengah berbagai tantangan kesehatan, peringatan Hari Kesehatan Sedunia tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus ajakan kolektif untuk membangun masyarakat Brebes yang lebih sehat, dimulai dari diri sendiri, hari ini, dan seterusnya. (*)
Reporter: Santi
Editor: Agus Imam S.
